Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Modul 1.4.1.10.1 Rancangan Aksi Nyata dan Aksi Nyata - Budaya Positif Pendidikan Guru Penggerak

Gambar
  Modul 1.4.a.10.1 Aksi Nyata - Budaya Positif RANCANGAN AKSI oleh Santi Hartini Guru SMPN 5 Majalengka CGP Angkatan 2  Kabupaten Majalengka       I.                         LATAR BELAKANG Pembelajaran yang dilaksanakan selama masa pandemic Covid 19 adalah pembelajaran yang kurang efektif dilaksanakan terhadap murid siswi di SMPN 5 Majalengka. Berbeda dengan sekolah lain yang letaknya berada di perkotaan dimana latar belakang murid, sarana prasarana dan lingkungan tempat tinggalnya mendukung untuk melaksanakan pembelajaran daring (online). Pembelajaran secara daring secara penuh   ini sudah dicoba diterapkan pada murid siswi SMPN 5 Majalengka sesuai dengan prosedur pembelajaran daring yang telah disosialisasikan kepada setiap Guru di sekolah. Selain pembelajaran yang kurang efektif juga pembentukan karakter murid yang tidak dapat dibentuk dengan baik karena tidak bertatap muka secara langsung dengan murid sehingga banyak pembiasaan   baik yang biasa dilakukan menjadi terhambat dan

Modul 1.4.a.9 Koneksi antar materi -Budaya Positif

Gambar
  Apakah budaya positif di sekolah berdiri sendiri dalam menciptakan budaya ajar yang baik? Bagaimana penerapan budaya positif jika dikaitkan dengan nilai lain dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari? Bagian mana dari modul sebelumnya yang berkaitan dan mendukung budaya positif? Bagaimana peran guru penggerak dalam menularkan kebiasaan baik kepada guru lain dalam membangun budaya positif di sekolah?  Bagaimana guru penggerak bisa menumbuhkan budaya positif di kelas menjadi budaya positif sekolah dan menjadi visi sekolah?  Setelah mempelajari budaya positif disekolah untuk menumbuhkan disiplin yang positif juga maka kita mengetahui bahwa dalam menciptakan budaya positif tersebut tidak dapat diwujudkan secara sendiri-sendiri, akan tetapi perlu dukungan dari semua warga sekolah agar tercipta budaya ajar yang baik pula, mulai dari guru, murid, kepala sekolah, tata usaha, penjaga sekola tak lupa juga melibatkan orang tua murid.  Penerapan budaya positif ini juga dapat mulai diterapkan

Modul 1.4.a.7 Demonstrasi Kontekstu Budaya Positif

Gambar
  Modul 1.4.a.7 Demonstrasi kontekstual budaya positif Menyusun kesepakatan kelas Oleh  Santi Hartini SMPN 5 Majalengka CGP Angkatan 2 Kabupaten Majalengka Kondisi kelas yang kondusif adalah kondisi kelas yang diimpikan seluruh guru dan siswa dimanapun berada, hal tersebut sangat penting karena akan membangun semangat dan motivasi belajar untuk seluruh anggota kelas dalam proses pembelajaran dengan situasi yang kondusif akan didapatkan kondisi kelas yang menyenangkan dan berpihak pada murid. Hal ini tentunya tidak begitu saja didapatkan tanpa adanya komunikasi di awal pertemuan kelas, disini biasa dilakukan di awal tahun ajaran baru atau awal semester atau bisa juga dibuat mendadak sesuai dengan keperluan perubahan dan perbaikan kondisi kelas, komunikasi tersebut memunculkan suatu kesepakatan antara guru dan siswa dikelas yang lebih dikenal dengan kesepakatan kelas. Langkah-langkah yang bisa diambil adalah membuka forum diskusi santai dengan siswa dengan menceritakab kondisi kelas yang

1.3.a.10 Aksi Nyata -Visi Guru Penggerak

Gambar
  Santi Hartini Guru SMPN 5 MAJALENGKA Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2 Kabupaten Majalengka Saya melakukan home visit ke setiap siswa dimana saya sebagai Wali Kelasnya yaitu kelas 9B. Untuk mengetahui jarak tempat tinggal dan akses jalan menuju sekolah, kondisi tempat tinggal, fasilitas yang mendukung pembelajaran di rumah dan lingkungan seperti kepemilikan smartphone yang support dan memadai termasuk ketersediaan sinyal internet.  Setelah data didapat dapat di analisis alasan siswa dalam memenuhi tugas dan kegiatan belajar daring seperti apa yang sudah dilaksanakan dan perbaikan seperti apa yang harus dibenahi, keterlambatan mengerjakan sampai tidak terpenuhinya tugas belajar. Selain itu membangun kedekatan dan rasa percaya murid terhadap saya, sehingga mereka tidak sungkan untuk membuka diri dan menceritakan segala tantangan dan hambatan sampai kepada minat mereka dalam hidupnya, sehingga dengan begitu lebih mudah bagi saya untuk memberi motivasi dan mendukung murid dalam mengop